Topik 1.2 Aktivias 3
Setelah membaca artikel tersebut, sampaikan pendapat Bapak dan Ibu:
• Hal baru atau hal penting apa yang Bapak dan Ibu sadari setelah membaca jurnal tersebut?
• Tantangan apa yang Bapak dan Ibu rasakan dalam mengelola keragaman di sekolah?
1. Setelah membaca jurnal, saya menemukan benagsari yang perlu terus dingat dan dikembangkan bahwa Pendidikan inklusif, sebuah sistem pendidikan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan semua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), memegang peranan krusial dalam menjamin hak pendidikan bagi setiap anak. Inklusivitas di sekolah membuka gerbang bagi ABK untuk meraih berbagai manfaat, baik dalam aspek akademis, sosial, emosional, maupun ekonomi. Beragam penelitian menunjukkan bahwa ABK yang mengikuti pendidikan inklusif umumnya menunjukkan prestasi akademik yang lebih baik dibandingkan dengan ABK di sekolah luar biasa (SLB). Alasannya, di sekolah inklusif, ABK berkesempatan belajar bersama anak-anak lain dengan berbagai kemampuan. Hal ini memungkinkan mereka untuk saling belajar dan membantu satu sama lain, menciptakan dinamika pembelajaran yang positif dan merangsang. Pendidikan inklusi menjadi salah satu cara untuk mengatasi perbedaan dalam menunjang pendidikan yang mengajarkan kita untuk tidak membeda-bedakan orang lain dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.
2. Tantangan yang dihadapi saya sebenarnya adalah perilaku anak yang beragam dan membuat agak bingung dalam mengatasinya. Ada anak yang sering ke kamar mandi di tengah pelajaran berlangsung alasan buang air, tetapi terlalu sering dilakukan. Ada anak yang sering gaduh di kelas. Namun, dalam hal belajar cukup baik. Hambatan lain, beberapa anak memiliki hambatan intelektual yang beragam di beberapa mapel.
Refleksi
Mari luangkan waktu sejenak untuk merenung dan mencoba memandang dari sudut pandang murid seperti Doni.
• Apakah Bapak dan Ibu Guru pernah menemui murid seperti Doni, yang tampak gelisah, sulit diam, tetapi sangat antusias ketika melakukan hal yang ia sukai?
• Apa yang kira-kira dirasakan Doni saat terus ditegur karena tidak bisa duduk diam, padahal ia sendiri belum tentu mengerti kenapa tubuh dan pikirannya terus bergerak?
• Apakah kita pernah mencoba lebih dekat, bukan untuk mengatur, tapi untuk memahami apa yang sebenarnya Doni butuhkan?
1. Di kelas saya, saya menemukan anak seperti Doni. Ia juga gelisah, tidak diam dan sulit diam. Namun, ia suka menulis. Tulisannya cukup rapi. Namun, kadang sering berpindah tempat. Mobile dalam belajar. Selain itu, ia suka melihat tulisan temannya di bangku lain, sehingga ia sering datang dari bangku ke bangku teman lainnya.
2. Kira-kira yang dirasakan Doni saat ditegur adalah merasa dibatasi geraknya. Merasa orang lain tak tahu tentang keinginannya apa saja. Serta mungkin saja ia merasa minder untuk melakukan sesuatu sesuai dengan hobinya.
3. Secara spesifik saya pernah dan sering mendekati anak-anak yang memiliki karakteristik secama itu. Saya memberikan pemahaman tentang gaya belajarnya. Selain itu juga memberikan keluasan namun terbatas untuk mengerjakan tugastugas belajarnya.
Post a Comment for "Jawaban Topik 1.2 Aktivitas 3 dan Refleksi Pelatihan Pendidikan Inklusif Kemendikdasmen 2026"
Tinggalkan komentar Sahabat sebagai saran dan masukan yang sangat berharga untuk tetap belajar dan berbagi. Terima kasih atas kunjungannya.