Seserpih
Pengabdian Guru
Ali Harsojo
Dalam
sungging senyummu, Guru,
ada
seserpih cahaya yang berpeluk ke pangkuan pagi,
menyulut
renjana pada buku-buku yang sabar menunggu disapa.
Engkau
berjalan di antara halaman hidup kami,
membawa
setandan harapan,
dan
seangkasa mimpi yang tak pernah kau minta balasannya.
Setiap
tuturmu adalah ilmu terbentang bahana
yang
menggetarkan sunyi masa kecil, dulu
membuka
pintu-pintu langit mayapada
tempat
kami belajar mengeja luka dan bahagia.
Guru,
di
balik langkahmu yang sederhana,
kami
menemukan cinta
yang
tak pernah menuntut,
namun
selalu menuntun.
Guru,
kini kutelah meraih bahagia
Dengan
mimpi kecilku dulu
Seserpih
pengabdian, selautan cita kuradekap, kini
Guru,
kau senantiasa mengalir dalam relung hatiku
Sumenep,
25 November 2025
Bahana
Cinta, Kasih Sayang Guru
Di
ruang kelas yang kadang meriuh,
guru
menggenggam waktu bagai embun terakhir di ujung daun.
Dengan
tatapan teduh, kau menautkan renjana
pada
baris-baris pelajaran yang sering kami abaikan.
Cintamu
tetap mengembang dengan senyum indahmu
Dari
bibirnya, penuh zikir dan keteduhan
bahana
kebaikan bergetar
menggema
hingga ke celah-celah ruang kelas
yang
kami tapaki tanpa peta.
Pada
tangannya,
ada
setandan doa yang tak pernah putus,
dan
pada pundaknya,
ada
seranting penat yang jarang terlihat.
Namun
ia tetap berdiri,
mengajar
kami menafsirkan cinta,
meski
hanya seserpih hati yang mampu kami pahami.
Guru,
cintamu tulus
Kasih
sayangmu ikhlas
Bahana
cintamu, mengalun dalam jiwaku
Sumenep,
26 November 2025
Setandan Renjana di
Pelataran Cahaya
Guru,
di
pelataran cahaya pagi, dengan secercah impian
kau
hadir seperti angin yang lembut,
menyapu
kabut dari mimpi-mimpi kecilku
Kau
membawa setandan renjana, cinta yang abadi
yang
kau bagi tanpa hitungan balasan
hingga
kami belajar menanam harapan
meski
hanya berawal dari seranting keberanian.
Dalam
suara lirihmu,
mengalir
bahana cinta
yang
membangunkan kami dari kebodohan
mendorong
langkah menembus jingga senja
hingga
malam nan gulita,
kau
tetap memikirkan masa depanku
kutertunduk
lesu dengan air mata menggenang
mengumpulkan
seserpih pesanmu, kala itu
untuk
membangun masa depan
yang
kau suluh dengan sabar.
Guru,
setandan cintamu, kini berbuah
Ketulusanmu
menjadi cerahku
Keikhlasanmu,
menjadikan aku di langit bahagia
Guru,
terima kasihku nan menyamudra
Sumenep,
27 November 2025
Profil
Penulis
Ali Harsojo, lahir pada tanggal 18 Januari
1978 di sudut kota kecil paling timur pulau Madura, Sumenep. Ia adalah alumni
Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya pada tahun 2013. Saat ini, Ia
mengajar di SDN Pajagalan 2 Sumenep. Aktif dalam kegiatan literasi dan
tergabung dalam beberapa komunitas literasi: Mediaguru Indonesia, Gladhi Kusuma
Jatim, FSG Sumenep, dan Pusaka Sumenep. Belajar
menulis di surat kabar lokal, media online,
majalah literasi dan
beberapa buku antologi. Ia adalah
Gurusiner Terbaik Pemenang 1 Tahun 2023.
Menuis
sekitar 165 buku antologi. Ia lolos di beberapa Lomba Antologi
Media Guru Indonesia. Pemenang Lomba Antologi Mediaguru
Selamat Datang Mas Nadiem tahun 2019 hingga bulan Februari 2024. Buku pertamanya adalah Samudera
Inspirasi di Facebook (Pustaka MediaGuru) yang diluncurkan bersama pada acara
Gebyar Literasi dan Temu Penulis Nasional tanggal 20-21 Mei 2017 di Kemdikbud
Jakarta. Buku solo berikutnya adalah Bedah
Literasi Kelas (Catatan Literasi Pak Guru) dan beberapa buku lainnya
E-mail: aliharsojo@gmail.com HP.
081703181191
Media
Sosial ( IG, Tiktok, FB, Youtube): pak gurupedia
Web: www.aleepenaku.com
Post a Comment for "Kumpulan Puisi Nubar Direktur BPRS Sumenep: Seserpih Pengabdian Guru"
Tinggalkan komentar Sahabat sebagai saran dan masukan yang sangat berharga untuk tetap belajar dan berbagi. Terima kasih atas kunjungannya.