Meneguhkan Literasi, Menggapai Mimpi (Persembahan Puisi untuk Guru Indonesia)

 


Buku Antologi Puisi ini telah terbit di penerbit Kamila Press. Beberapa tulisan adalah sebagai berikut. Jika ingin membaca buku secara fisik, bisa info  DI SINI.

Meneguhkan Literasi, Menggapai Mimpi

(Persembahan Puisi untuk Guru Indonesia)

 Kata Sambutan

Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo SH., MH.

Bupati Sumenep

 

Terima Kasih Guru, Nyalakan Obor Literasi

                       Bulan November merupakan momentum sangat baik bagi guru.Sebab, Bulan guru nasional ini merupakan bulan Hari Guru Nasional (HGN) yang diperingati setiap tanggal 25 November.

            Sejalan dengan tema Hari Guru Nasional tahun ini, “Guru Hebat, Indonesia Kuat” mengandung makna mendalam tentang peran penting guru dalam upaya mencerdaskan anak bangsa. Guru berada di garda terdepan dalam melakukan transformasi ilmu pengatahuan dan keterampilan. Selain itu, guru juga diharapkan menjadi teladan dalam mewujudkan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.

            Guru hebat adalah guru yang mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar, pendidik, pembina dan pelatih. Guru harus mampu menjadi fasilitator bagi murid dalam belajar dan berlatih serta menjadi cermin dalam budi pekerti.

            Guru hebat adalah guru yang berkomitmen tinggi serta konsisten untuk terus belajar secara berkelanjutan. Setiap ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam meningkatkan kompetensinya, senantiasa menjadi hal baru untuk diketahui dan dipraktikkan oleh murid.

            Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju pesat dan cepat, guru dituntut untuk peka dan respek terhadap setiap perubahan. Belajar dan menyesuaikan diri dengan teknologi adalah sebuah keniscayaan, agar bisa diterapkan di dalam kelas pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Harapannya, murid juga bisa belajar dan adaptif terhadap teknologi. Sehingga, dalam aktivitas pembelajaran juga dapat memanfaatkan teknologi digital sebagai media dan sumber belajar.

            Saya yakin, apabila guru mampu mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesionalnya, maka juga akan terwujud pembelajaran yang bermutu. Selain itu, jika guru telah mumpuni kompetensi kepribadian dan sosialnya, maka akan tercipta lingkungan dan suasana akademik yang menyenangkan. Maka, tanggung jawab guru amatlah berat. Selain bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas mengajar dan mendidik, guru juga bertanggung jawab kepada dirinya sendiri untuk bisa mengembangkan diri seoptimal mungkin.

            Termasuk pada kesempatan ini, guru-guru penulis di Kabupaten Sumenep dan sekitarnya telah berhasil mewujudkan karya luar biasa. Buku antologi puisi persembahan untuk guru Indonesia ini menjiwai pikiran dan perasaan para guru pada umumnya. Sehingga, saya meyakini bahwa banyak sekali guru yang ingin menuliskan imajinasi perasaannya sebagai ungkapan rasa bangga dan bahagia sebagai guru.

            Saya juga bangga dan senang dengan semangat para guru untuk terus berliterasi. Menyalakan obor literasi membutuhkan komitmen dan konsistensi yang tinggi agar terus berkembang sesuai harapan. Setiap diksi yang ditulis, mewakili jiwa dan hati para penulisnya. Setiap bait puisinya selalu menyiratkan sebuah pesan mendalam yang perlu diresapi. Keindahan puisi bukan saja terletak pada setiap untaian kata, namun juga makna sebagai pesan yang terkandung di dalamnya.

            Pada kesempatan baik ini, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada guru hebat di Kabupaten Sumenep dan daerah lainnya yang telah menyatupadukan karya dalam buku luar biasa ini. Terima kasih telah berkarya menggelorakan semangat literasi yang tinggi. Semoga senantiasa terus mampu menjadi obor literasi bagi muird, rekan sejawat, masyarakat, bangsa dan negara.

            Saya juga mengucapkan selamat dan sukses kepada Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Sumenep yang telah menginisiasi aktivitas literasi ini dalam bentuk karya buku guru. Hal ini merupakan wujud nyata peran Pemerintah Daerah Sumenep dalam mengembangkan kegiatan literasi melalui karya buku. Hal ini sangat penting untuk terus menstimulasi para guru untuk selalu aktif belajar, mengembangkan diri dan berkarya.

 

Saya menyampaikan terima kasih juga kepada Saudara Ali Harsojo, S.Pd., M.Pd., yang telah menggelorakan semangat menulis buku kepada rekan sejawat di Kabupaten Sumenep maupun daerah lainnya. Saya berharap terus dapat dikembangkan dan dihasilkan karya-karya guru berikutnya.

Terima kasih juga kepada Saudara Abd. Rahman, M.Pd., Ketua Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Sumenep yang terus bergerak dalam rangka mengembangkan program literasi dan sosilal di Kabupaten Sumenep.

Terima kasih guru, teruslah menyalakan obor literasi untuk negeri. Sekali lagi, saya mengucapkan selamat dan sukses atas terbitnya buku antologi puisi Meneguhkan Literasi, Menggapai Mimpi ini. Semoga terus bisa berkarya dan menginspirasi. Salam Literasi!

  

 

Kata Pengantar

 

          Pada momentum yang sangat baik ini, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT., sebab hanya atas perkenan-Nyalah kita senantiasa dalam anugerah nikmat-Nya serta lindungan-Nya. Termasuk juga kita dapat menyelesaikan aktivitas literasi dengan menulis puisi sebagai persembahan kepada guru-guru kita.

          Salawat dan salam semoga tetap tercurahlimpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW. Semoga kita senantiasa menjadi ummatnya yang berguna bagi agama, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

          Bulan November merupakan bulan guru nasional. Pada bulan inilah Hari Guru Nasional lahir. Tepatnya pada tanggal 25 November, 80 tahun yang lalu. Pada kesempatan baik ini, kita patut merefleksi diri, bahwa kita saat ini dengan segala aktivitas dan tanggung jawab merupakan hasil dari didikan seorang guru. Jasa-jasa guru tidak dapat kita hitung dengan jari. Sungguh sangat banyak ilmu dan pengalaman yang diberikan kepada kita, sebagai murid di bangku sekolah sejak dulu.

          Tentu, sebagai ungkapan rasa terima kasih, kita persembahkan karya kecil ini, sebuah puisi Meneguhkan Literasi, Menggapai Mimpi. Antologi puisi ini belumlah cukup untuk menggambarkan perjuangan dan dedikasi serta pengabdian para guru kita. Namun, setidaknya karya ini merupakan wujud dari rasa cinta kita terhadap guru yang akan abadi.

          Karya luar biasa ini bias terwujud, sebab kerjasama dan kolaborasi yang sangat baik dari para guru dan insan pendidikan di Kabupaten Sumenep. Pada kesempatan hebat ini, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada:

1.    Yang terhormat Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo SH., MH., Bupati Sumenep yang senantiasa terus mendorong warga masyarakat untuk berkarya dan berbagi. Termasuk meneguhkan literasi semakin tinggi dan mengabdi untuk anak negeri.

2.    Saudar Abd. Rahman, M.Pd., dan Pengurus Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Sumenep yang terus bersinergi dengan para guru untuk berkarya.

3.    Saudara Ali Harsojo, S.Pd., M.Pd., yang terus menginisiasi aktivitas literasi guru, khususnya dalam mewujudkan karya buku.

4.    Serta sahabat guru semua yang telah berjibaku dengan menorehkan karyanya dalam buku ini.

Saya yakin, semakin hari, akan semakin terasah kemampuan literasi kita untuk berkarya, jika terus diasah sepanjang waktu. Tentu ini juga menjadi modal dasar bagi guru untuk mengembangkan kegiatan literasi di sekolahnya bersama murid-muridnya.

Akhirnya, saya ucapkan selamat dan sukses atas terbitnya buku keren ini. Semoga senantiasa memberi manfaat bagi murid, guru, dan masyarakat. Salam Literasi!

 

Sumenep, 11 November 2025

Hairil Fajar, SE., MM.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Sumenep

 

 


Guru sang Pencerah

Hairil Fajar

 

 

          Hari yang begitu indah, pagi menyinar

          Memandangi senyummu dengan wajah binar

          Kau tahu ku akan datang ke pintu sekolah

          Dengan segenggam harapan

          Selangit cita-cita

          Guru, kau tersenyum ramah menggapai tanganku

 

Kulalui hari-hari manjaku belajar

Kadang menangis, tersebab gurauan teman

Engkau hadir laksana orang tua, yang kurindukan

Kau tersenyum dengan kasih saying, menenangkanku

Guru, kau tersenyum mendengarkan celotehku

 

Belajarku menjadi perhatianmu

Keluh kesahku adalah cerita yang senantiasa menemanimu

Kau tak pernah marah akan tingkahku

Kau bersahaja dalam setiap denting waktu

Guru, kau tersenyum melihatku manja

 

Dengan bilangan waktu

Entah telah berapa puluh purnama

Kau selalu tersenyum mendidikku, dengan hati lembutmu

Hari-hari selalu cerah dan bahagia

Belajar tentang hidup dan bekal kehidupanku

Hingga kini, kunikmati sepenggal cerita bersamamu dulu

Guru, kau sang pencerah sepanjang masa

 

 

Kalianget, 11 November 2025

 

 

Profil Penulis

Saya adalah Hairil Fajar, lahir di Sumenep pada 11 November 1975, putra dari pasangan dari Ayah dan Ibu saya, yakni Monakib dan Hawatiya.

Saya tinggal di Dusun Sempangan RT 02 RW 04 Desa Kalianget Barat Kalianget (Jl. Raya Kalianget No.161) Kalianget-Sumenep.

Saya menikah dengan drg. Ellya Fardasah, M.Kes.

Saya alumni pascasarjana UPN VETERAN JAWA TIMUR pada tahun 2015 pada program studi Magister Manajemen. Sebelumnya, telah menempuh pendidikan sarjana di STIE Malangkucecwara Malang (ABM) dengan program studi Manajemen Keuangan/ Perbankan dan lulus pada tahun 2000.


 

Seserpih Pengabdian Guru

Ali Harsojo

 

 

Dalam sungging senyummu, Guru,

ada seserpih cahaya yang berpeluk ke pangkuan pagi,

menyulut renjana pada buku-buku yang sabar menunggu disapa.

Engkau berjalan di antara halaman hidup kami,

membawa setandan harapan,

dan seangkasa mimpi yang tak pernah kau minta balasannya.

 

Setiap tuturmu adalah ilmu terbentang bahana

yang menggetarkan sunyi masa kecil, dulu

membuka pintu-pintu langit mayapada

tempat kami belajar mengeja luka dan bahagia.

 

Guru,

di balik langkahmu yang sederhana,

kami menemukan cinta

yang tak pernah menuntut,

namun selalu menuntun.

 

Guru, kini kutelah meraih bahagia

Dengan mimpi kecilku dulu

Seserpih pengabdian, selautan cita kuradekap, kini

 

Guru, kau senantiasa mengalir dalam relung hatiku

 

 

Sumenep, 25 November 2025

 

 

 

 

Bahana Cinta, Kasih Sayang Guru

 

Di ruang kelas yang kadang meriuh,

guru menggenggam waktu bagai embun terakhir di ujung daun.

Dengan tatapan teduh, kau menautkan renjana

pada baris-baris pelajaran yang sering kami abaikan.

Cintamu tetap mengembang dengan senyum indahmu

 

Dari bibirnya, penuh zikir dan keteduhan

bahana kebaikan bergetar

menggema hingga ke celah-celah ruang kelas

yang kami tapaki tanpa peta.

 

Pada tangannya,

ada setandan doa yang tak pernah putus,

dan pada pundaknya,

ada seranting penat yang jarang terlihat.

Namun ia tetap berdiri,

mengajar kami menafsirkan cinta,

meski hanya seserpih hati yang mampu kami pahami.

 

Guru, cintamu tulus

Kasih sayangmu ikhlas

Bahana cintamu, mengalun dalam jiwaku

 

 

Sumenep, 26 November 2025

 

 

Setandan Renjana di Pelataran Cahaya

 

Guru,

di pelataran cahaya pagi, dengan secercah impian

kau hadir seperti angin yang lembut,

menyapu kabut dari mimpi-mimpi kecilku

 

Kau membawa setandan renjana, cinta yang abadi

yang kau bagi tanpa hitungan balasan

hingga kami belajar menanam harapan

meski hanya berawal dari seranting keberanian.

 

Dalam suara lirihmu,

mengalir bahana cinta

yang membangunkan kami dari kebodohan

mendorong langkah menembus jingga senja

hingga malam nan gulita,

kau tetap memikirkan masa depanku

 

kutertunduk lesu dengan air mata menggenang

mengumpulkan seserpih pesanmu, kala itu

untuk membangun masa depan

yang kau suluh dengan sabar.

 

Guru, setandan cintamu, kini berbuah

Ketulusanmu menjadi cerahku

Keikhlasanmu, menjadikan aku di langit bahagia

 

Guru, terima kasihku nan menyamudra

 

 

Sumenep, 27 November 2025

 

 

 

Profil Penulis

 Ali Harsojo, lahir pada tanggal 18 Januari 1978 di sudut kota kecil paling timur pulau Madura, Sumenep. Ia adalah alumni Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya pada tahun 2013. Saat ini, Ia mengajar di SDN Pajagalan 2 Sumenep. Aktif dalam kegiatan literasi dan tergabung dalam beberapa komunitas literasi: Mediaguru Indonesia, Gladhi Kusuma Jatim, FSG Sumenep, dan Pusaka Sumenep. Belajar menulis di surat kabar lokal, media online, majalah literasi dan beberapa buku antologi. Ia adalah Gurusiner Terbaik Pemenang 1 Tahun 2023.

Menuis sekitar 165 buku antologi. Ia lolos di beberapa Lomba Antologi Media Guru Indonesia. Pemenang Lomba Antologi Mediaguru Selamat Datang Mas Nadiem tahun 2019 hingga bulan Februari 2024. Buku pertamanya adalah Samudera Inspirasi di Facebook (Pustaka MediaGuru) yang diluncurkan bersama pada acara Gebyar Literasi dan Temu Penulis Nasional tanggal 20-21 Mei 2017 di Kemdikbud Jakarta. Buku solo berikutnya adalah Bedah Literasi Kelas (Catatan Literasi Pak Guru) dan beberapa buku lainnya

E-mail: aliharsojo@gmail.com HP. 081703181191

Media Sosial ( IG, Tiktok, FB, Youtube): pak gurupedia

Web: www.aleepenaku.com

Post a Comment for "Meneguhkan Literasi, Menggapai Mimpi (Persembahan Puisi untuk Guru Indonesia)"