Contoh Soal UKKJ 2026: Pelajari Kunci Jawaban Uji Kompetensi Kenaikan Jabatan Guru


Contoh Soal UKKJ 2026: Pelajari Kunci Jawaban Uji Kompetensi Kenaikan Jabatan Guru 

Rujukan terbaru yang saya temukan
Portal resmi UKKJ Kemendikdasmen 2026: Portal Uji Kompetensi Kemendikdasmen

Info pendataan calon peserta UKKJ Guru 2026: Ditjen GTK Kemendikdasmen – Pendataan Calon Peserta UKKJ Guru 2026

Panduan UKKJ / bantuan SIMPKB: Panduan UKKJ Guru di SIMPKB

Di bawah ini saya buatkan 30 soal latihan UKKJ Guru 2026 beserta kunci jawaban dan pembahasan singkat.

Soal Uji Kompetensi Guru Terbaru 2026 + Kunci Jawaban
A. Soal Pilihan Ganda
1. Dalam pembelajaran mendalam (deep learning), fokus utama guru adalah …
A. Menyelesaikan seluruh materi secepat mungkin
B. Mengarahkan siswa menghafal konsep inti
C. Membantu siswa memahami konsep secara bermakna, kritis, dan terhubung dengan konteks nyata
D. Memberi tugas sebanyak mungkin agar siswa disiplin

Jawaban: C
Pembahasan: Pembelajaran mendalam menekankan pemahaman bermakna, analitis, reflektif, dan aplikatif.

2. Seorang guru menemukan bahwa sebagian siswa cepat memahami materi, sedangkan sebagian lain masih kesulitan. Tindakan yang paling tepat adalah …
A. Menyamakan target dan metode untuk semua siswa
B. Mengulang materi dengan cara yang sama
C. Menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kesiapan belajar siswa
D. Memberi nilai tambahan pada siswa yang aktif saja

Jawaban: C
Pembahasan: Diferensiasi dilakukan berdasarkan kesiapan, minat, atau profil belajar siswa.

3. Asesmen diagnostik pada awal pembelajaran bertujuan untuk …
A. Menentukan ranking siswa
B. Mengetahui kemampuan awal, kebutuhan, dan kesulitan belajar siswa
C. Mengisi rapor harian
D. Menentukan siswa yang naik kelas

Jawaban: B

4. Contoh tujuan pembelajaran yang baik adalah …
A. Siswa memahami matematika
B. Siswa mengetahui pecahan
C. Melalui pemecahan masalah kontekstual, siswa dapat membandingkan dua pecahan senilai dengan tepat
D. Siswa mengerjakan soal di buku paket

Jawaban: C
Pembahasan: Tujuan pembelajaran harus jelas, terukur, spesifik, dan menunjukkan kompetensi yang diharapkan.

5. Seorang guru ingin menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa. Strategi yang paling tepat adalah …
A. Memberikan soal hafalan berulang
B. Menjelaskan seluruh jawaban tanpa diskusi
C. Memberikan masalah kontekstual, pertanyaan pemantik, dan ruang argumentasi
D. Menyuruh siswa menyalin materi

Jawaban: C

6. Dalam Kurikulum Merdeka, asesmen formatif digunakan terutama untuk …
A. Menentukan kelulusan
B. Memberi umpan balik untuk perbaikan proses belajar
C. Menentukan juara kelas
D. Menghukum siswa yang nilainya rendah

Jawaban: B

7. Guru yang melakukan refleksi pembelajaran setelah mengajar menunjukkan kompetensi …
A. Sosial
B. Profesional administratif
C. Pengembangan praktik pembelajaran berkelanjutan
D. Keuangan sekolah

Jawaban: C

8. Perhatikan kegiatan berikut:
Mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa

Menyusun modul ajar sesuai tujuan pembelajaran

Melaksanakan asesmen formatif

Menindaklanjuti hasil asesmen dengan perbaikan pembelajaran

Urutan logis yang tepat adalah …
A. 2–1–3–4
B. 1–2–3–4
C. 3–1–2–4
D. 1–3–2–4

Jawaban: B

9. Salah satu indikator guru profesional adalah …
A. Mengajar hanya dengan satu metode agar hemat waktu
B. Menolak perubahan kurikulum
C. Mengembangkan diri melalui pelatihan, refleksi, dan pembaruan praktik mengajar
D. Menyerahkan seluruh penilaian kepada wali kelas

Jawaban: C

10. Seorang siswa selalu pasif di kelas, tetapi hasil tulisannya baik. Sikap guru yang paling tepat adalah …
A. Menilai siswa tidak mampu berkomunikasi
B. Mengabaikan karena nilainya sudah baik
C. Mencari strategi agar siswa berani berpartisipasi, misalnya diskusi kelompok kecil
D. Memaksa siswa berbicara di depan kelas setiap hari

Jawaban: C

11. Media pembelajaran dipilih terutama berdasarkan …
A. Harga paling murah
B. Kebiasaan guru
C. Kesesuaian dengan tujuan, karakter materi, dan kebutuhan siswa
D. Banyaknya animasi

Jawaban: C

12. Dalam pembelajaran berbasis proyek, peran guru yang paling tepat adalah …
A. Satu-satunya sumber informasi
B. Pengawas yang hanya memberi nilai akhir
C. Fasilitator yang membimbing proses, refleksi, dan penyelesaian masalah
D. Pengganti semua pekerjaan siswa

Jawaban: C

13. Seorang guru memberikan umpan balik “Jawabanmu sudah tepat, tetapi alasanmu perlu diperkuat dengan data pada teks.” Umpan balik tersebut termasuk …
A. Hukuman
B. Umpan balik deskriptif konstruktif
C. Penilaian sumatif
D. Teguran administratif

Jawaban: B

14. Prinsip asesmen yang baik adalah berikut ini, kecuali …
A. Adil dan objektif
B. Berorientasi pada perbaikan belajar
C. Transparan
D. Rahasia sehingga siswa tidak perlu tahu kriteria penilaian

Jawaban: D

15. Jika hasil asesmen menunjukkan sebagian besar siswa belum mencapai tujuan pembelajaran, maka guru sebaiknya …
A. Langsung memberi nilai akhir
B. Menyalahkan siswa karena kurang belajar
C. Melakukan remedial/perbaikan strategi pembelajaran
D. Menghapus materi tersebut

Jawaban: C

16. Contoh penerapan budaya positif di kelas adalah …
A. Memberi hukuman fisik agar siswa disiplin
B. Menetapkan keyakinan kelas bersama siswa dan menegakkannya secara konsisten
C. Mengancam siswa yang terlambat
D. Mempermalukan siswa di depan kelas

Jawaban: B

17. Literasi digital guru dalam pembelajaran berarti …
A. Hanya mampu mengoperasikan proyektor
B. Mampu memanfaatkan teknologi secara efektif, aman, etis, dan relevan untuk pembelajaran
C. Wajib memakai aplikasi baru setiap hari
D. Mengganti semua buku dengan internet

Jawaban: B

18. Seorang guru meminta siswa membandingkan dua sumber informasi yang berbeda lalu menyimpulkan keandalannya. Kegiatan ini terutama melatih …
A. Hafalan
B. Motorik
C. Literasi informasi dan berpikir kritis
D. Kecepatan menulis

Jawaban: C

19. Yang termasuk asesmen sumatif adalah …
A. Kuis singkat untuk mengetahui pemahaman sementara
B. Observasi diskusi kelompok untuk memberi umpan balik
C. Penilaian akhir unit/topik untuk melihat ketercapaian tujuan pembelajaran
D. Tanya jawab pemantik di awal pembelajaran

Jawaban: C

20. Dalam menyusun pembelajaran inklusif, guru perlu …
A. Menyamakan perlakuan tanpa melihat kebutuhan siswa
B. Mengabaikan hambatan belajar siswa
C. Menyesuaikan strategi, dukungan, dan akses belajar agar semua siswa dapat terlibat
D. Memisahkan semua siswa yang lambat belajar

Jawaban: C

21. Tindak lanjut hasil refleksi pembelajaran yang paling tepat adalah …
A. Menyimpan catatan refleksi tanpa perubahan
B. Menyusun perbaikan strategi pada pertemuan berikutnya
C. Menyerahkan masalah ke guru lain
D. Mengganti semua siswa di kelas

Jawaban: B

22. Guru ingin menilai kemampuan kolaborasi siswa dalam proyek. Instrumen yang paling tepat adalah …
A. Tes pilihan ganda
B. Rubrik penilaian kinerja/observasi
C. Daftar hadir
D. Buku inventaris kelas

Jawaban: B

23. Salah satu ciri tujuan pembelajaran yang baik adalah …
A. Sulit diukur
B. Umum dan abstrak
C. Menjelaskan kompetensi yang dapat diamati
D. Tidak perlu terkait asesmen

Jawaban: C

24. Ketika orang tua meminta nilai anak dinaikkan tanpa dasar akademik, guru sebaiknya …
A. Menyetujui agar tidak terjadi konflik
B. Menolak dengan emosi
C. Menjelaskan hasil belajar dan dasar penilaian secara profesional dan objektif
D. Menyerahkan sepenuhnya ke siswa

Jawaban: C

25. Guru menggunakan hasil asesmen untuk mengelompokkan siswa sesuai kebutuhan belajar. Tindakan ini menunjukkan pemanfaatan asesmen sebagai …
A. Administrasi semata
B. Dasar pengambilan keputusan pembelajaran
C. Sarana menghukum
D. Pengganti mengajar

Jawaban: B

26. Seorang guru meminta siswa menjelaskan alasan di balik jawaban, bukan hanya hasil akhir. Langkah ini paling tepat untuk mengukur …
A. Kecepatan membaca
B. Penalaran dan pemahaman konsep
C. Kerapian tulisan
D. Hafalan jangka pendek

Jawaban: B

27. Manakah contoh kegiatan yang paling mendukung pembelajaran bermakna?
A. Menyalin definisi 20 kali
B. Menghubungkan konsep pelajaran dengan masalah di lingkungan sekitar siswa
C. Menghafal tanpa diskusi
D. Menunda umpan balik sampai akhir semester

Jawaban: B

28. Seorang guru ingin meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi. Upaya yang paling tepat adalah …
A. Hanya memberi kesempatan kepada siswa yang pandai
B. Menggunakan pertanyaan terbuka, aturan diskusi, dan peran kelompok
C. Menegur siswa yang diam di depan teman-temannya
D. Menghapus kegiatan diskusi

Jawaban: B

29. Dalam etika profesi, guru wajib …
A. Menjaga kerahasiaan data pribadi siswa dan bertindak profesional
B. Menyebarkan masalah siswa ke media sosial
C. Membanding-bandingkan siswa di depan umum
D. Menentukan nilai berdasarkan kedekatan personal

Jawaban: A

30. Bukti bahwa guru melakukan pembelajaran yang berpihak pada murid adalah …
A. Semua siswa diperlakukan sama tanpa penyesuaian kebutuhan
B. Guru hanya fokus menuntaskan materi
C. Guru mempertimbangkan kesiapan belajar, minat, dan perkembangan siswa dalam pembelajaran
D. Guru memberi tugas yang sama berat kepada semua siswa tanpa melihat kondisi

Jawaban: C

Kunci Jawaban Ringkas
C

C

B

C

C

B

C

B

C

C

C

C

B

D

C

B

B

C

C

C

B

B

C

C

B

B

B

B

A

C

Catatan penting untuk UKKJ Guru 2026
Dari portal resmi UKKJ, yang sudah terlihat untuk 2026 adalah informasi pendataan, verifikasi peserta, serta juknis penyelenggaraan UKKJ jabatan fungsional guru. Artinya, untuk persiapan, yang paling aman adalah belajar dari:

kompetensi pedagogik dan profesional guru,

asesmen diagnostik–formatif–sumatif,

pembelajaran mendalam/deep learning,

pembelajaran berdiferensiasi,

refleksi dan tindak lanjut pembelajaran,

etika profesi guru, dan

pemanfaatan teknologi pembelajaran. 

Kalau Anda mau, saya lanjutkan sekalian dengan paket lengkap 100 soal UKKJ Guru 2026 + kunci jawaban + pembahasan per nomor, dan bisa saya sesuaikan untuk jenjang:

Guru Pertama → Muda

Guru Muda → Madya

Guru Madya → Utama

Kalau setuju, balas saja: “lanjut 100 soal UKKJ Guru Muda ke Madya” atau jenjang yang Anda inginkan.


lanjut 100 soal UKKJ Guru Muda ke Madya

Siap. Saya lanjutkan paket 100 soal latihan UKKJ Guru Ahli Muda → Ahli Madya tahun 2026 beserta kunci jawaban. Saya susun mengikuti pola kompetensi yang muncul pada rujukan UKKJ 2026 untuk jenjang Guru Ahli Muda ke Guru Ahli Madya, yang menekankan kepemimpinan pembelajaran tingkat sekolah, penguatan program akademik, coaching–mentoring guru, pemanfaatan data asesmen, inovasi pembelajaran, dan pengambilan keputusan akademik strategis. Rujukan pola kompetensinya sejalan dengan materi kisi-kisi UKKJ 2026 dan referensi latihan terbaru yang beredar untuk jenjang ini. 

Agar mudah dipelajari, saya bagi menjadi 5 paket @20 soal. Jika Anda mau, setelah ini saya juga bisa lanjutkan dengan pembahasan per nomor atau versi Word/PDF siap cetak.

100 Soal UKKJ Guru Ahli Muda ke Ahli Madya 2026 + Kunci Jawaban
Paket 1 — Kepemimpinan Pembelajaran di Sekolah
1.
Seorang guru baru di sekolah kesulitan menyusun asesmen formatif yang selaras dengan tujuan pembelajaran. Sebagai guru ahli muda yang akan naik ke madya, tindakan pendampingan paling tepat adalah …
A. Memberikan bank soal siap pakai agar guru tinggal menggunakan
B. Menyuruh guru membaca modul asesmen sendiri
C. Mengajak guru menganalisis keterkaitan tujuan pembelajaran, indikator, dan bentuk asesmen yang digunakan
D. Mengambil alih pembuatan asesmen guru tersebut
E. Meminta kepala sekolah menegur guru itu

Jawaban: C

2.
Dalam konteks Guru Ahli Madya, kepemimpinan pembelajaran di sekolah paling tepat dimaknai sebagai …
A. Mengawasi guru lain agar tidak melanggar aturan
B. Mengelola administrasi kelas lebih rapi
C. Mempengaruhi, membimbing, dan menggerakkan perbaikan mutu pembelajaran di tingkat sekolah
D. Menentukan semua metode mengajar guru lain
E. Menyusun jadwal pelajaran sekolah

Jawaban: C

3.
Data asesmen menunjukkan siswa kelas VIII lemah dalam membaca informasi inferensial. Sebagai guru yang berperan dalam penguatan akademik sekolah, langkah awal paling tepat adalah …
A. Menyalahkan guru mapel sebelumnya
B. Mengusulkan program perbaikan berbasis analisis kebutuhan literasi dan tindak lanjut lintas guru
C. Menambah PR setiap hari
D. Mengganti buku paket
E. Menurunkan standar soal

Jawaban: B

4.
Salah satu ciri guru ahli madya adalah mampu menggunakan data untuk pengambilan keputusan akademik. Contoh yang paling tepat adalah …
A. Menentukan nilai berdasarkan kedisiplinan siswa
B. Menyusun program remedial setelah menganalisis hasil asesmen per indikator
C. Mengelompokkan siswa berdasarkan kedekatan personal
D. Mengubah nilai agar ketuntasan meningkat
E. Menunda analisis sampai akhir semester

Jawaban: B

5.
Ketika mendampingi guru sejawat, pendekatan coaching lebih tepat daripada memberi instruksi langsung apabila tujuan pendampingan adalah …
A. Mempercepat penyelesaian administrasi
B. Membantu guru menemukan solusi melalui refleksi dan pertanyaan berbobot
C. Menunjukkan senioritas guru pendamping
D. Menilai kelemahan pribadi guru
E. Menentukan semua keputusan untuk guru dampingan

Jawaban: B

6.
Seorang guru ingin meningkatkan kualitas diskusi kelas, tetapi siswa pasif. Sebagai pendamping, rekomendasi terbaik adalah …
A. Menghapus metode diskusi
B. Menambah ceramah guru
C. Mendesain ulang aktivitas diskusi dengan pertanyaan terbuka, peran kelompok, dan rubrik partisipasi
D. Menegur siswa yang diam
E. Menurunkan target pembelajaran

Jawaban: C

7.
Guru Ahli Madya tidak hanya fokus pada kelasnya sendiri, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran sekolah. Implikasi paling nyata dari peran tersebut adalah …
A. Menolak terlibat dalam komunitas belajar
B. Menyusun perangkat ajar hanya untuk dirinya sendiri
C. Berkontribusi pada perencanaan, evaluasi, dan perbaikan program akademik sekolah
D. Menghindari observasi sejawat
E. Menyerahkan semua urusan mutu ke kepala sekolah

Jawaban: C

8.
Dalam rapat guru, hasil asesmen sekolah menunjukkan rendahnya kemampuan numerasi pada beberapa tingkat kelas. Tindakan strategis yang paling tepat adalah …
A. Mengadakan ujian ulang tanpa perubahan pembelajaran
B. Menyusun intervensi numerasi sekolah dengan target, strategi, dan pemantauan berkala
C. Menghapus soal numerasi yang sulit
D. Menyalahkan siswa yang kurang latihan
E. Menunggu instruksi dari dinas

Jawaban: B

9.
Seorang guru sejawat sering menggunakan LKPD yang tidak menuntut berpikir tingkat tinggi. Bentuk pendampingan yang paling profesional adalah …
A. Menyatakan LKPD itu jelek di depan forum
B. Mengajak guru menelaah tuntutan tujuan pembelajaran dan memperbaiki desain tugas bersama
C. Melaporkan ke kepala sekolah tanpa dialog
D. Mengganti semua LKPD guru tersebut diam-diam
E. Menyarankan menyalin LKPD dari internet

Jawaban: B

10.
Prinsip utama budaya reflektif di sekolah adalah …
A. Refleksi hanya dilakukan guru yang nilainya rendah
B. Refleksi digunakan untuk mencari siapa yang salah
C. Refleksi dilakukan secara teratur untuk memperbaiki praktik pembelajaran berbasis data
D. Refleksi cukup dilakukan setahun sekali
E. Refleksi tidak perlu ditindaklanjuti

Jawaban: C

11.
Guru ahli muda yang akan naik ke madya perlu memahami perbedaan coaching dan mentoring. Mentoring lebih tepat digunakan ketika …
A. Guru membutuhkan ruang menemukan solusi sendiri tanpa arahan
B. Guru memerlukan teladan, saran praktis, dan transfer pengalaman dari guru yang lebih berpengalaman
C. Fokusnya hanya pada evaluasi kinerja
D. Tidak ada hubungan pengembangan profesional
E. Tujuannya menghukum kesalahan guru

Jawaban: B

12.
Dalam menyusun program peningkatan mutu pembelajaran sekolah, tahap pertama yang paling penting adalah …
A. Menentukan nama program
B. Mengumpulkan data kebutuhan dan masalah akademik sekolah
C. Menunjuk panitia
D. Menyiapkan laporan akhir
E. Menentukan hadiah bagi guru terbaik

Jawaban: B

13.
Seorang guru mengeluhkan siswa tidak mampu menyusun argumen dalam diskusi. Pendekatan terbaik sebagai pemimpin pembelajaran adalah …
A. Menyarankan siswa lebih rajin membaca saja
B. Mendorong guru menggunakan model pembelajaran yang memberi scaffolding argumentasi, misalnya klaim–alasan–bukti
C. Menurunkan tingkat kesulitan materi
D. Menghapus penilaian diskusi
E. Memberi nilai sama rata

Jawaban: B

14.
Indikator bahwa sebuah program akademik sekolah berbasis data adalah …
A. Disusun karena kebiasaan tahunan
B. Disusun berdasarkan pendapat satu orang
C. Memuat masalah prioritas, target terukur, strategi, dan evaluasi berdasar hasil belajar
D. Hanya fokus pada dokumentasi
E. Tidak memiliki indikator keberhasilan

Jawaban: C

15.
Dalam supervisi akademik yang bersifat pengembangan, guru pendamping sebaiknya …
A. Langsung menilai tanpa diskusi
B. Menggunakan observasi, dialog reflektif, dan tindak lanjut yang jelas
C. Menyampaikan kritik di depan siswa
D. Fokus pada kekurangan saja
E. Menilai berdasarkan kesan pribadi

Jawaban: B

16.
Ketika sekolah ingin memperkuat literasi, kontribusi guru ahli madya yang paling relevan adalah …
A. Menyerahkan program ke pustakawan
B. Menyusun gerakan literasi berbasis pembelajaran lintas mata pelajaran dan asesmen perkembangan siswa
C. Menambah jam hukuman membaca
D. Menghapus tugas menulis
E. Membatasi literasi pada pelajaran Bahasa Indonesia

Jawaban: B

17.
Seorang guru ingin meningkatkan hasil belajar, tetapi hanya melihat nilai rata-rata kelas tanpa menganalisis per indikator. Kelemahan pendekatan tersebut adalah …
A. Terlalu rinci
B. Tidak memberikan gambaran spesifik area kompetensi yang perlu diperbaiki
C. Nilai rata-rata tidak boleh digunakan sama sekali
D. Tidak bisa dilaporkan
E. Menyulitkan administrasi sekolah

Jawaban: B

18.
Salah satu bentuk kepemimpinan pembelajaran yang berdampak adalah …
A. Membiarkan guru bekerja sendiri-sendiri
B. Mengembangkan komunitas belajar guru untuk berbagi praktik baik dan menyelesaikan masalah pembelajaran
C. Menyimpan semua perangkat ajar secara pribadi
D. Menghindari diskusi data asesmen
E. Menunggu semua keputusan dari pengawas

Jawaban: B

19.
Tujuan utama observasi sejawat dalam pengembangan profesional guru adalah …
A. Mencari kesalahan guru
B. Menentukan sanksi
C. Memberikan umpan balik untuk perbaikan praktik pembelajaran
D. Mengisi dokumen semata
E. Membandingkan guru satu dengan lainnya secara terbuka

Jawaban: C

20.
Jika sebuah program sekolah sudah berjalan tetapi hasilnya tidak signifikan, sikap profesional yang tepat adalah …
A. Mempertahankan program tanpa evaluasi
B. Menghentikan semua program sekolah
C. Meninjau ulang data, proses pelaksanaan, hambatan, lalu merevisi strategi
D. Menyalahkan siswa
E. Menghapus target sekolah

Jawaban: C

Paket 2 — Penguatan Program Akademik Sekolah
21.
Program akademik sekolah yang baik harus selaras dengan …
A. Selera pribadi guru senior
B. Kebutuhan belajar siswa, visi sekolah, dan hasil analisis data pembelajaran
C. Kebiasaan tahun sebelumnya saja
D. Jadwal piket guru
E. Permintaan sebagian kecil siswa saja

Jawaban: B

22.
Sekolah ingin memperbaiki rendahnya kemampuan menulis siswa. Langkah yang paling strategis adalah …
A. Menambah ulangan menulis setiap minggu tanpa pendampingan
B. Menyusun program penguatan menulis dengan target, rubrik, pelatihan guru, dan pemantauan hasil karya siswa
C. Menyerahkan ke guru bahasa saja
D. Menghapus tugas menulis di mapel lain
E. Menunggu pergantian kurikulum

Jawaban: B

23.
Dalam pengembangan program akademik, indikator keberhasilan sebaiknya …
A. Bersifat umum dan tidak perlu diukur
B. Terukur, relevan, dan dapat dipantau dalam periode tertentu
C. Hanya berupa slogan
D. Tidak perlu disepakati tim
E. Ditentukan setelah program selesai

Jawaban: B

24.
Sebuah program remedial sekolah gagal karena guru tidak memiliki data siswa yang perlu intervensi. Masalah utama program tersebut adalah …
A. Kekurangan ruang kelas
B. Tidak berbasis identifikasi kebutuhan belajar
C. Kurangnya buku paket
D. Jadwal terlalu padat
E. Tidak ada ujian akhir

Jawaban: B

25.
Agar program peningkatan numerasi efektif, guru ahli madya sebaiknya mendorong …
A. Soal latihan yang sama untuk semua kelas tanpa analisis
B. Integrasi numerasi dalam berbagai konteks pembelajaran dan pemantauan kemajuan siswa
C. Penghapusan materi sulit
D. Penilaian hanya di akhir semester
E. Pengurangan target kurikulum seluruhnya

Jawaban: B

26.
Contoh keputusan akademik berbasis bukti adalah …
A. Menetapkan program karena sekolah lain melakukannya
B. Mengganti strategi pembelajaran setelah hasil observasi kelas dan asesmen menunjukkan hambatan tertentu
C. Mengubah nilai agar program terlihat berhasil
D. Memilih metode karena guru paling senior menyukai
E. Menentukan kegiatan berdasarkan intuisi semata

Jawaban: B

27.
Dalam rapat evaluasi, seorang guru menyampaikan bahwa “anak-anak memang lemah”. Sebagai guru yang berperan pada kepemimpinan akademik, respons paling tepat adalah …
A. Menyetujui tanpa analisis
B. Mengarahkan diskusi pada data spesifik, faktor penyebab, dan strategi pembelajaran yang dapat diperbaiki
C. Menutup rapat
D. Menyalahkan orang tua
E. Mengganti semua siswa

Jawaban: B

28.
Fungsi rubrik dalam program peningkatan kualitas tugas proyek siswa adalah …
A. Menambah beban administrasi
B. Memberi kriteria yang jelas agar penilaian konsisten dan siswa memahami harapan
C. Menggantikan seluruh proses pembelajaran
D. Membuat nilai otomatis tinggi
E. Menentukan ranking sekolah

Jawaban: B

29.
Jika sekolah ingin membangun budaya akademik kolaboratif, langkah awal yang paling realistis adalah …
A. Menugasi satu guru bekerja sendiri
B. Membentuk forum berbagi praktik baik dan telaah pembelajaran secara berkala
C. Menambah jam rapat administratif
D. Menghapus refleksi guru
E. Menghindari observasi kelas

Jawaban: B

30.
Program akademik yang berkelanjutan harus memiliki …
A. Dokumentasi saja
B. Siklus perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan perbaikan
C. Banyak slogan motivasi
D. Nilai rata-rata tinggi meski tanpa proses
E. Panitia permanen tanpa target

Jawaban: B

31.
Saat menyusun program literasi sekolah, keterlibatan guru mata pelajaran nonbahasa penting karena …
A. Literasi hanya tanggung jawab guru bahasa
B. Kemampuan memahami, menafsirkan, dan mengomunikasikan informasi dibutuhkan di semua mata pelajaran
C. Supaya rapat lebih ramai
D. Agar beban guru bahasa berkurang tanpa tujuan pembelajaran
E. Karena diwajibkan kepala sekolah

Jawaban: B

32.
Sebuah sekolah memiliki data absensi tinggi pada kelas tertentu. Untuk penguatan program akademik, data ini sebaiknya …
A. Diabaikan karena bukan nilai
B. Dikaji bersama data hasil belajar dan kondisi siswa untuk melihat dampaknya pada pembelajaran
C. Dipublikasikan agar siswa malu
D. Digunakan untuk menghukum semua siswa
E. Dihapus dari laporan

Jawaban: B

33.
Ketika target program tidak tercapai, evaluasi yang paling tepat adalah …
A. Menilai guru dari kedekatan dengan pimpinan
B. Mengidentifikasi kesenjangan antara target, pelaksanaan, dukungan, dan data hasil belajar
C. Mengulang program tanpa perubahan
D. Mengganti nama program
E. Menyusun laporan keberhasilan semu

Jawaban: B

34.
Salah satu bentuk inovasi akademik sekolah yang relevan adalah …
A. Menambah administrasi tanpa dampak pembelajaran
B. Mengembangkan kelas remedial berbasis asesmen diagnostik dan modul intervensi terarah
C. Mengurangi waktu belajar semua siswa
D. Menghapus refleksi guru
E. Membuat tugas yang sama untuk semua kondisi

Jawaban: B

35.
Dalam program penguatan karakter, guru ahli madya sebaiknya memastikan bahwa …
A. Karakter diajarkan hanya lewat slogan
B. Nilai karakter diintegrasikan dalam pengalaman belajar, pembiasaan, dan keteladanan guru
C. Karakter hanya tugas guru BK
D. Tidak perlu diukur
E. Cukup dibacakan saat upacara

Jawaban: B

36.
Sebuah program akademik dinilai efektif jika …
A. Semua guru menyukainya
B. Ada bukti perubahan positif pada proses dan hasil belajar sesuai indikator yang ditetapkan
C. Biayanya besar
D. Laporannya tebal
E. Banyak dokumentasi foto

Jawaban: B

37.
Guru ahli madya perlu memahami manajemen perubahan di sekolah. Tahap penting sebelum menjalankan inovasi baru adalah …
A. Menjalankan program diam-diam
B. Membangun pemahaman bersama tentang masalah, tujuan, dan manfaat perubahan
C. Menghindari komunikasi dengan guru lain
D. Menetapkan target tanpa konsultasi
E. Menunggu semua guru setuju total

Jawaban: B

38.
Sekolah hendak memperbaiki kualitas asesmen. Langkah paling tepat adalah …
A. Menambah jumlah soal tanpa telaah
B. Menyusun pelatihan internal tentang asesmen berkualitas, telaah instrumen, dan analisis hasil belajar
C. Menyerahkan semua ke operator sekolah
D. Menghapus asesmen formatif
E. Mengganti rapor

Jawaban: B

39.
Program sekolah yang hanya fokus pada output nilai tanpa memperhatikan proses pembelajaran berisiko …
A. Tidak ada masalah
B. Mengabaikan akar persoalan belajar dan menghasilkan perbaikan yang semu
C. Mempercepat inovasi
D. Menguatkan refleksi guru
E. Menjamin mutu akademik

Jawaban: B

40.
Keterlibatan siswa dalam evaluasi program akademik sekolah bermanfaat terutama untuk …
A. Menggantikan tugas guru
B. Memberi perspektif tentang pengalaman belajar dan hambatan yang mereka alami
C. Menentukan kenaikan pangkat guru
D. Menambah pekerjaan siswa
E. Menurunkan disiplin kelas

Jawaban: B

Paket 3 — Coaching, Mentoring, dan Pengembangan Guru
41.
Dalam coaching, pertanyaan yang paling efektif adalah …
A. “Kenapa Anda selalu salah?”
B. “Apa yang sudah Anda coba, dan strategi apa yang menurut Anda paling mungkin berhasil?”
C. “Ikuti saja cara saya.”
D. “Siapa yang harus disalahkan?”
E. “Apa Anda yakin bisa?”

Jawaban: B

42.
Tujuan utama mentoring bagi guru sejawat adalah …
A. Menentukan sanksi
B. Mendukung pengembangan kompetensi melalui bimbingan, pengalaman, dan contoh praktik
C. Menggantikan peran kepala sekolah
D. Menilai kepribadian guru
E. Mengawasi absensi

Jawaban: B

43.
Seorang guru kesulitan mengelola kelas heterogen. Pendampingan yang paling tepat adalah …
A. Menyuruh guru mengajar seperti biasa
B. Membantu guru menganalisis karakter siswa dan merancang diferensiasi strategi serta manajemen kelas
C. Memindahkan siswa yang aktif
D. Menurunkan target pembelajaran
E. Mengganti semua aturan kelas

Jawaban: B

44.
Umpan balik yang efektif kepada guru sejawat sebaiknya …
A. Umum dan tidak spesifik
B. Berdasarkan observasi nyata, fokus pada praktik, serta menyertakan peluang perbaikan
C. Disampaikan di depan siswa
D. Menyerang kepribadian guru
E. Hanya berisi kritik

Jawaban: B

45.
Dalam pendampingan guru, penggunaan rekaman video pembelajaran bermanfaat untuk …
A. Mempermalukan guru
B. Menjadi bahan refleksi objektif terhadap praktik mengajar
C. Menggantikan semua observasi
D. Menilai penampilan guru saja
E. Menghapus kebutuhan asesmen

Jawaban: B

46.
Jika guru dampingan defensif saat menerima masukan, langkah terbaik adalah …
A. Menghentikan pendampingan
B. Mengembalikan diskusi pada tujuan bersama, data observasi, dan pertanyaan reflektif
C. Melaporkan langsung ke kepala sekolah
D. Menegur keras
E. Menyalahkan guru tersebut di forum

Jawaban: B

47.
Komunitas belajar guru efektif jika …
A. Hanya berisi ceramah satu arah
B. Membahas masalah pembelajaran nyata, berbagi praktik, mencoba solusi, dan merefleksikan hasilnya
C. Fokus pada administrasi semata
D. Dilakukan tanpa tujuan
E. Hanya untuk guru senior

Jawaban: B

48.
Seorang guru ingin memperbaiki kualitas pertanyaan di kelas. Pendampingan yang paling relevan adalah …
A. Memberi daftar pertanyaan tanpa penjelasan
B. Mengajak menelaah tingkat kognitif pertanyaan dan merancang pertanyaan pemantik yang menuntut penalaran
C. Menyarankan lebih banyak ceramah
D. Mengurangi interaksi kelas
E. Menghapus diskusi kelompok

Jawaban: B

49.
Observasi kelas yang baik dalam mentoring guru harus diikuti dengan …
A. Penilaian rahasia tanpa diskusi
B. Percakapan reflektif pascaobservasi yang menyoroti kekuatan, tantangan, dan langkah tindak lanjut
C. Pengumuman hasil di grup sekolah
D. Perbandingan terbuka dengan guru lain
E. Teguran tertulis otomatis

Jawaban: B

50.
Guru ahli madya berperan penting membangun budaya belajar antarguru. Salah satu praktik yang tepat adalah …
A. Menyimpan semua bahan ajar sendiri
B. Menginisiasi lesson study atau telaah pembelajaran bersama
C. Menghindari kolaborasi karena memakan waktu
D. Menyerahkan semua pengembangan ke pengawas
E. Membatasi diskusi hanya pada guru mata pelajaran yang sama

Jawaban: B

51.
Dalam mentoring, keberhasilan tidak cukup diukur dari …
A. Adanya perubahan praktik mengajar
B. Meningkatnya refleksi guru
C. Banyaknya saran yang diberikan mentor tanpa melihat implementasi
D. Perbaikan pembelajaran siswa
E. Komitmen tindak lanjut

Jawaban: C

52.
Salah satu kesalahan umum dalam pendampingan guru adalah …
A. Menggunakan data observasi
B. Mendominasi solusi sehingga guru dampingan tidak terlibat berpikir
C. Menetapkan tujuan pendampingan
D. Mencatat praktik baik
E. Menindaklanjuti hasil pendampingan

Jawaban: B

53.
Ketika guru dampingan berhasil memperbaiki pembelajarannya, langkah lanjutan terbaik adalah …
A. Menghentikan refleksi
B. Mendokumentasikan praktik baik dan mendorong berbagi dalam forum guru
C. Menganggap pendampingan selesai total
D. Menugaskan guru itu melatih semua orang tanpa persiapan
E. Menyimpan keberhasilan untuk arsip pribadi

Jawaban: B

54.
Tujuan penggunaan data hasil belajar siswa dalam coaching guru adalah …
A. Menilai kepribadian guru
B. Menjadi dasar objektif untuk membahas dampak pembelajaran dan area perbaikan
C. Menentukan hukuman
D. Menggantikan observasi kelas sepenuhnya
E. Menambah beban administrasi

Jawaban: B

55.
Guru yang sedang didampingi perlu merasa aman secara psikologis agar …
A. Tidak perlu berubah
B. Berani jujur merefleksikan tantangan dan mencoba perbaikan
C. Bisa menolak semua masukan
D. Pendampingan lebih cepat selesai
E. Tidak perlu data pembelajaran

Jawaban: B

56.
Dalam mentoring, mentor yang baik akan …
A. Menonjolkan dirinya
B. Mendengarkan aktif, mengklarifikasi masalah, dan membantu merumuskan langkah perbaikan yang realistis
C. Memberi label negatif
D. Menuntut hasil instan
E. Menentukan semua keputusan tanpa dialog

Jawaban: B

57.
Salah satu tanda pendampingan guru berdampak pada siswa adalah …
A. Administrasi guru semakin banyak
B. Terjadi perbaikan keterlibatan, pemahaman, atau hasil belajar siswa setelah strategi guru berubah
C. Guru semakin sering rapat
D. Mentor makin terkenal
E. Jumlah dokumen meningkat

Jawaban: B

58.
Untuk mendorong guru menggunakan asesmen formatif lebih baik, mentor dapat …
A. Menyarankan menunggu ujian akhir
B. Mendampingi guru merancang pertanyaan cek pemahaman, exit ticket, atau rubrik sederhana sesuai tujuan pembelajaran
C. Menghapus asesmen harian
D. Menambah soal pilihan ganda saja
E. Menilai guru tanpa observasi

Jawaban: B

59.
Jika mentor melihat masalah yang sama muncul pada banyak guru, langkah paling strategis adalah …
A. Menegur semua guru satu per satu saja
B. Mengusulkan pengembangan profesional kolektif yang menargetkan masalah tersebut
C. Mengabaikannya
D. Menunggu tahun depan
E. Menyuruh guru belajar mandiri tanpa dukungan

Jawaban: B

60.
Dalam pengembangan profesional berkelanjutan, refleksi individu guru sebaiknya terhubung dengan …
A. Gosip sekolah
B. Data pembelajaran, umpan balik, dan rencana aksi nyata
C. Jadwal piket
D. Penilaian kepribadian
E. Preferensi kepala sekolah semata

Jawaban: B

Paket 4 — Inovasi Pembelajaran dan Pemanfaatan Data
61.
Inovasi pembelajaran di tingkat sekolah dianggap relevan jika …
A. Sekadar baru dan menarik
B. Menjawab kebutuhan belajar nyata serta menunjukkan potensi dampak pada kualitas pembelajaran
C. Mahal
D. Rumit dijalankan
E. Mengikuti tren tanpa analisis

Jawaban: B

62.
Sebuah sekolah ingin menerapkan proyek lintas mata pelajaran. Peran guru ahli madya yang paling tepat adalah …
A. Menyuruh semua guru menjalankan proyek yang sama tanpa perencanaan
B. Memfasilitasi perancangan tujuan, alur kolaborasi, asesmen, dan refleksi proyek
C. Menyerahkan sepenuhnya ke siswa
D. Menghapus penilaian proyek
E. Mengganti semua mapel dengan proyek

Jawaban: B

63.
Pemanfaatan dashboard hasil belajar sekolah akan efektif bila …
A. Hanya dilihat operator
B. Digunakan guru untuk membaca tren capaian, kesenjangan kompetensi, dan menentukan tindak lanjut
C. Dipakai saat akreditasi saja
D. Tidak dibahas dalam rapat guru
E. Hanya berisi nilai akhir

Jawaban: B

64.
Seorang guru mengusulkan penggunaan aplikasi kuis digital. Agar inovasi ini bermakna, pertanyaan pertama yang perlu dijawab adalah …
A. Aplikasi ini sedang viral atau tidak
B. Masalah pembelajaran apa yang ingin dibantu dan bagaimana aplikasi mendukung tujuan belajar
C. Berapa banyak efek animasinya
D. Apakah semua guru suka teknologi
E. Apakah siswa bisa bermain sambil belajar

Jawaban: B

65.
Data yang paling berguna untuk menilai efektivitas strategi pembelajaran baru adalah …
A. Jumlah slide presentasi guru
B. Bukti keterlibatan siswa, hasil asesmen, dan kualitas produk/performansi belajar
C. Banyaknya rapat tim
D. Panjang RPP
E. Jumlah grup WhatsApp kelas

Jawaban: B

66.
Ketika inovasi tidak berjalan sesuai harapan, pendekatan terbaik adalah …
A. Menyalahkan guru pelaksana
B. Melakukan evaluasi cepat terhadap desain, pelaksanaan, dukungan, dan data dampak, lalu memperbaiki
C. Menutup semua inovasi
D. Menghapus laporan
E. Mengganti nama program

Jawaban: B

67.
Dalam analisis hasil asesmen sekolah, “analisis butir/indikator” penting karena …
A. Membuat laporan lebih tebal
B. Menunjukkan kompetensi spesifik mana yang sudah atau belum dikuasai siswa
C. Menggantikan semua bentuk penilaian
D. Menentukan ranking guru
E. Mengurangi kebutuhan remedial

Jawaban: B

68.
Contoh inovasi pembelajaran berbasis masalah sekolah adalah …
A. Mengganti semua buku tanpa kajian
B. Mengembangkan program klinik membaca bagi siswa yang teridentifikasi mengalami kesulitan literasi dasar
C. Menambah jam rapat guru
D. Menurunkan standar penilaian
E. Menghapus tugas rumah untuk semua siswa

Jawaban: B

69.
Dalam pembelajaran berdiferensiasi di tingkat sekolah, peran guru ahli madya dapat berupa …
A. Menyeragamkan semua strategi kelas
B. Membantu guru lain memetakan kesiapan belajar siswa dan menyesuaikan tugas, dukungan, atau produk belajar
C. Menghapus target kurikulum
D. Menolak asesmen diagnostik
E. Mengelompokkan siswa permanen berdasarkan nilai

Jawaban: B

70.
Salah satu risiko jika sekolah hanya berinovasi pada media tanpa memperbaiki strategi belajar adalah …
A. Tidak ada dampak apa pun
B. Pembelajaran tampak menarik, tetapi masalah inti pemahaman siswa tetap tidak terselesaikan
C. Guru lebih mudah mengajar
D. Nilai pasti meningkat
E. Siswa otomatis aktif

Jawaban: B

71.
Ketika data menunjukkan siswa gagal memahami konsep, guru ahli madya perlu membedakan apakah masalah berasal dari …
A. Siswa saja
B. Materi, strategi pembelajaran, asesmen, dukungan belajar, atau kombinasi beberapa faktor
C. Seragam sekolah
D. Tata letak ruang guru
E. Panitia ujian

Jawaban: B

72.
Prinsip penting dalam penggunaan teknologi pembelajaran adalah …
A. Teknologi harus menggantikan guru
B. Teknologi dipilih karena sesuai tujuan, akses, dan manfaat bagi pembelajaran
C. Semua tugas harus digital
D. Siswa tidak perlu literasi digital
E. Guru wajib memakai aplikasi baru setiap minggu

Jawaban: B

73.
Jika sekolah ingin meningkatkan budaya membaca, data yang relevan untuk dipantau antara lain …
A. Warna sampul buku
B. Frekuensi membaca, hasil pemahaman bacaan, partisipasi kegiatan literasi, dan kualitas respons siswa terhadap teks
C. Jumlah spidol kelas
D. Jumlah guru piket
E. Banyaknya foto kegiatan

Jawaban: B

74.
Tujuan utama tindak lanjut pascaanalisis data asesmen adalah …
A. Menyimpan laporan
B. Menentukan strategi perbaikan pembelajaran, remedial, pengayaan, atau dukungan lain yang dibutuhkan
C. Menambah dokumen
D. Menilai guru secara personal
E. Mengganti kurikulum sekolah

Jawaban: B

75.
Sekolah ingin mengembangkan bank soal berkualitas. Prinsip yang paling penting adalah …
A. Soal sebanyak mungkin tanpa telaah
B. Soal ditelaah kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, tingkat kognitif, kejelasan bahasa, dan validitas isi
C. Soal harus sulit semua
D. Soal cukup diambil dari internet
E. Tidak perlu kunci jawaban

Jawaban: B

76.
Salah satu bukti guru ahli madya mampu memimpin inovasi adalah …
A. Menjalankan ide sendiri tanpa melibatkan siapa pun
B. Mendorong uji coba terbatas, mengumpulkan bukti dampak, lalu memperluas praktik yang efektif
C. Menolak masukan guru lain
D. Mengubah program setiap minggu
E. Menyembunyikan hasil evaluasi

Jawaban: B

77.
Dalam evaluasi program sekolah, triangulasi data berarti …
A. Menggunakan satu jenis data saja
B. Menggabungkan beberapa sumber bukti seperti hasil asesmen, observasi, dan umpan balik guru/siswa
C. Menentukan nilai tertinggi
D. Menghitung rata-rata tanpa analisis
E. Menyusun laporan visual

Jawaban: B

78.
Jika hasil asesmen menunjukkan kesenjangan besar antarkelas, langkah yang paling tepat adalah …
A. Menganggap itu hal biasa
B. Menelaah praktik pembelajaran, instrumen asesmen, dan dukungan belajar pada kelas-kelas tersebut
C. Menyamakan nilai semua kelas
D. Menyalahkan wali kelas
E. Menghapus asesmen bersama

Jawaban: B

79.
Dalam inovasi pembelajaran, pilot project berguna untuk …
A. Menghindari evaluasi
B. Menguji kelayakan, hambatan, dan dampak awal sebelum diterapkan lebih luas
C. Menambah beban guru
D. Menentukan ranking sekolah
E. Menggantikan program utama

Jawaban: B

80.
Penggunaan data hasil belajar akan paling berdampak jika dibahas …
A. Setelah semua siswa lulus
B. Secara berkala dalam forum profesional untuk menyusun tindak lanjut yang jelas
C. Hanya oleh kepala sekolah
D. Tanpa melibatkan guru pengampu
E. Sebatas pelaporan administratif

Jawaban: B

Paket 5 — Kepemimpinan Akademik Strategis dan Etika Profesi
81.
Dalam konflik akademik antarguru mengenai metode pembelajaran, peran guru ahli madya yang paling tepat adalah …
A. Memihak guru yang lebih senior
B. Memfasilitasi dialog berbasis tujuan belajar siswa, bukti praktik, dan kesepakatan perbaikan
C. Menghindari pembahasan
D. Menentukan pemenang debat
E. Melaporkan ke dinas tanpa mediasi

Jawaban: B

82.
Kepemimpinan akademik strategis berarti guru mampu …
A. Fokus pada kelasnya sendiri
B. Menghubungkan data, kebijakan sekolah, pengembangan guru, dan kebutuhan siswa menjadi keputusan perbaikan yang terarah
C. Mengurus inventaris sekolah
D. Menghindari kolaborasi
E. Menyusun administrasi sebanyak mungkin

Jawaban: B

83.
Saat sekolah merancang program peningkatan hasil belajar, guru ahli madya perlu memastikan bahwa target program …
A. Tidak perlu realistis
B. Selaras dengan masalah prioritas, sumber daya, dan indikator keberhasilan yang dapat dipantau
C. Dibuat setinggi mungkin tanpa strategi
D. Tidak perlu dibahas tim
E. Cukup mengikuti sekolah lain

Jawaban: B

84.
Jika ada tekanan untuk menaikkan nilai siswa demi citra sekolah, sikap profesional guru adalah …
A. Mengikuti demi menjaga hubungan
B. Menolak praktik manipulatif dan mempertahankan integritas penilaian berbasis bukti
C. Menaikkan sebagian nilai saja
D. Menyerahkan keputusan pada siswa
E. Mengubah rubrik tanpa alasan

Jawaban: B

85.
Guru ahli madya perlu memahami bahwa pengembangan mutu sekolah tidak akan efektif tanpa …
A. Ruang guru besar
B. Komitmen kolektif, komunikasi yang baik, dan tindak lanjut yang konsisten
C. Banyak rapat formal
D. Dokumentasi berwarna
E. Penghargaan individu semata

Jawaban: B

86.
Dalam pengambilan keputusan akademik, data kuantitatif dan kualitatif sebaiknya digunakan bersama karena …
A. Kualitatif lebih mudah dimanipulasi
B. Keduanya saling melengkapi untuk memahami capaian sekaligus proses dan konteksnya
C. Kuantitatif selalu salah
D. Kualitatif tidak perlu dianalisis
E. Agar laporan lebih panjang

Jawaban: B

87.
Contoh tindakan etis dalam kepemimpinan pembelajaran adalah …
A. Membuka hasil observasi guru sejawat ke grup umum tanpa izin
B. Menjaga kerahasiaan data sensitif dan menggunakan hasil pendampingan untuk pengembangan, bukan mempermalukan
C. Menyebarkan kelemahan guru agar jadi pelajaran
D. Menentukan promosi guru berdasarkan kedekatan
E. Mengubah catatan observasi agar terlihat baik

Jawaban: B

88.
Salah satu perbedaan utama guru ahli madya dengan guru ahli muda adalah pada kemampuan …
A. Mengajar mata pelajaran
B. Memimpin perbaikan pembelajaran pada level sekolah, bukan hanya kelasnya sendiri
C. Menyusun absen siswa
D. Membuat soal pilihan ganda
E. Menggunakan papan tulis

Jawaban: B

89.
Dalam menyusun rekomendasi akademik kepada pimpinan sekolah, guru ahli madya sebaiknya …
A. Menyampaikan opini umum tanpa data
B. Menyajikan temuan, analisis, alternatif solusi, dan implikasi implementasinya
C. Menunggu diminta saja
D. Menyampaikan kritik personal
E. Membuat rekomendasi yang tidak bisa diukur

Jawaban: B

90.
Salah satu bentuk kontribusi strategis guru ahli madya terhadap budaya sekolah adalah …
A. Menolak perubahan agar stabil
B. Menjadi teladan kolaborasi, refleksi, dan penggunaan data untuk perbaikan pembelajaran
C. Membatasi diskusi akademik
D. Menghindari peran dalam program sekolah
E. Menyimpan praktik baik untuk dirinya sendiri

Jawaban: B

91.
Jika hasil program tidak merata di semua kelas, guru ahli madya sebaiknya …
A. Menyamakan nilai akhir
B. Menelaah faktor implementasi, dukungan guru, dan konteks kelas untuk perbaikan yang lebih presisi
C. Menyalahkan siswa
D. Menutup program
E. Menghapus target sekolah

Jawaban: B

92.
Ketika memimpin diskusi data hasil belajar, pertanyaan yang paling produktif adalah …
A. “Siapa guru yang paling bertanggung jawab?”
B. “Kompetensi mana yang paling lemah, kemungkinan penyebabnya apa, dan strategi apa yang akan kita uji?”
C. “Kapan laporan selesai?”
D. “Siapa yang paling salah?”
E. “Mengapa siswa sekarang malas?”

Jawaban: B

93.
Salah satu indikator guru ahli madya mampu membangun kapasitas guru lain adalah …
A. Guru lain bergantung penuh padanya
B. Guru lain mulai mampu menerapkan perbaikan secara mandiri setelah pendampingan
C. Semua keputusan tetap diambil olehnya
D. Tidak ada dokumentasi praktik
E. Hanya dirinya yang memahami data

Jawaban: B

94.
Dalam konteks pengembangan sekolah, prioritas program sebaiknya dipilih berdasarkan …
A. Tren media sosial
B. Urgensi masalah, dampak pada belajar siswa, dan kelayakan implementasi
C. Kesenangan panitia
D. Banyaknya lomba
E. Keinginan satu guru saja

Jawaban: B

95.
Sekolah berencana menerapkan asesmen proyek. Peran guru ahli madya yang paling penting adalah …
A. Menetapkan proyek tanpa kriteria
B. Membantu tim menyusun tujuan, rubrik, contoh eviden, dan mekanisme moderasi penilaian
C. Menyerahkan penilaian pada siswa sepenuhnya
D. Menghapus asesmen formatif
E. Menyamakan semua produk proyek

Jawaban: B

96.
Moderasi penilaian antarguru diperlukan terutama untuk …
A. Menambah rapat
B. Menjaga konsistensi, keadilan, dan kesepahaman terhadap standar kualitas hasil belajar
C. Menentukan guru terbaik
D. Menghapus rubrik
E. Menunda pembagian rapor

Jawaban: B

97.
Ketika sekolah memiliki banyak program tetapi dampaknya kecil, guru ahli madya sebaiknya mendorong …
A. Penambahan program baru sebanyak mungkin
B. Prioritisasi program yang benar-benar relevan, terukur, dan didukung implementasi yang baik
C. Penghapusan semua evaluasi
D. Pelaporan formal tanpa perbaikan
E. Menyebar tugas tanpa fokus

Jawaban: B

98.
Bukti bahwa guru mempraktikkan kepemimpinan akademik strategis adalah …
A. Hanya menyelesaikan administrasi tepat waktu
B. Menginisiasi perbaikan berbasis masalah nyata, melibatkan sejawat, memantau dampak, dan merevisi strategi
C. Menunggu perintah atasan untuk semua hal
D. Mengajar tanpa refleksi
E. Menghindari forum profesional

Jawaban: B

99.
Jika seorang guru sejawat belum siap menerima peran baru dalam program sekolah, pendekatan terbaik adalah …
A. Memaksanya segera
B. Membangun pemahaman, memberi dukungan bertahap, dan menyesuaikan peran dengan kesiapan kompetensinya
C. Mengeluarkannya dari tim
D. Menyindir di rapat
E. Mengabaikannya sama sekali

Jawaban: B

100.
Esensi kenaikan dari Guru Ahli Muda ke Guru Ahli Madya adalah pergeseran peran dari …
A. Pengajar mata pelajaran menjadi tenaga administrasi
B. Praktisi pembelajaran individual menjadi pemimpin pembelajaran yang berdampak pada sistem sekolah
C. Guru kelas menjadi wali kelas
D. Pelaksana kurikulum menjadi operator sekolah
E. Penyusun soal menjadi pengawas ujian

Jawaban: B

Kunci Jawaban 100 Soal UKKJ Guru Ahli Muda → Ahli Madya
1 C
2 C
3 B
4 B
5 B
6 C
7 C
8 B
9 B
10 C
11 B
12 B
13 B
14 C
15 B
16 B
17 B
18 B
19 C
20 C

21 B
22 B
23 B
24 B
25 B
26 B
27 B
28 B
29 B
30 B
31 B
32 B
33 B
34 B
35 B
36 B
37 B
38 B
39 B
40 B

41 B
42 B
43 B
44 B
45 B
46 B
47 B
48 B
49 B
50 B
51 C
52 B
53 B
54 B
55 B
56 B
57 B
58 B
59 B
60 B

61 B
62 B
63 B
64 B
65 B
66 B
67 B
68 B
69 B
70 B
71 B
72 B
73 B
74 B
75 B
76 B
77 B
78 B
79 B
80 B

81 B
82 B
83 B
84 B
85 B
86 B
87 B
88 B
89 B
90 B
91 B
92 B
93 B
94 B
95 B
96 B
97 B
98 B
99 B
100 B

Catatan penting
Pola soal di atas saya susun khusus untuk karakter UKKJ Guru Ahli Muda → Ahli Madya 2026, jadi fokusnya memang bukan lagi sekadar praktik mengajar di kelas, melainkan kapasitas sebagai middle leader/pemimpin pembelajaran sekolah: memimpin perbaikan mutu, mendampingi guru lain, memakai data asesmen untuk keputusan akademik, dan mengembangkan program sekolah. Arah ini konsisten dengan kisi dan referensi UKKJ 2026 yang menempatkan jenjang Muda → Madya pada peran kepemimpinan pembelajaran sekolah.

Post a Comment for "Contoh Soal UKKJ 2026: Pelajari Kunci Jawaban Uji Kompetensi Kenaikan Jabatan Guru "