Karya Siswa Saat Belajar di Masa Pandemi (Literasi Digital)

Sahabat guru hebat yang luar biasa. Pandemi telah membersamai kita masuk tahun kedua. Waktu yang cukup lama. Serasa guru kehilangan masa ceria dan berbahagia bersama siswanya. Sebab, sesuai dengan kebijakan pemerintah, siswa diharuskan belajar di rumah. Tentu saja, hal ini adalah pilihan berat. Tetapi, harus dilaksanakan.

Oleh karena tujuan BDR baik, maka harus didukung oleh semua pihak. BDR dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, tetap menjaga kesehatan warga sekolah dan siswa, dan senantiasa melaksanakan kewajiban dalam belajar dan mengajar. Pandemi adalah takdir yang harus diterima dengan lapang dada.

Guru dan siswa serta masyarakat perlu untuk mengedepankan prinsip kesehatan, keamanan, dan saling menjaga kekompakan untuk bersama-sama “melawan” korona. Berusaha dan berdoa serta mematuhi protokol kesehatan adalah cara yang terbaik untuk menjaga diri dan orang lain.

Dalam dunia pendidikan, menjaga kesehatan adalah sebuah keharusan. Namun, mengajar siswa juga sebuah keniscayaan. Maka, pendidikan terus tetap berjalan dalam segala keadaan. Pendidikan jangan sampai mandeg. Sebab, jutaan anak bangsa akan kekurangan pendidikan dan pembelajaran pada masa emasnya.



Apa yang harus dilakukan oleh guru? Lakukanlah seperti yang telah dilaksanakan hari ini dan kemarin. Mengajar, membelajarkan, membimbing, membina, dan mendidik siswa, seoptimal mungkin. Intensitas guru menyiapkan bahan dan skenario pembelajaran, mungkin membutuhkan energi psikis yang tidak sedikit. Guru harus mempertimbangkan pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Janganlah memberi tugas yang telampau banyak. Sehingga menyebabkan siswa jenuh dan lesu dalam belajar. Ciptakan suasana belajar yang asyik. Berilah siswa waktu lebih longgar untuk memahami pelajaran, juga mengerjakan tugas praktik. Jagalah dengan baik stabilitas semangat siswa dalam belajar.

Berbagai platforn yang digunakan guru dalam mengajar merupakan instrumen yang dapat membantu guru dalam mengajar. Guru dapat melakukan kegiatan pembelajaran melalui virtual meeting (zoom, meet) secara sinkronous. Guru dapat pula memanfaatkan beberapa aplikasi yang mendukung pembelajaran seperti, media sosial WA, rekam layar (az screen), classroom, google slide, youtube, blog pembelajaran dan sebagainya.

Kebaikan, kecocokan, dan ketepatan memilih saluran tersebut, bergantung guru, termasuk kesepakatan dengan siswa dan orang tua. Sebab, di setiap daerah, memiliki peluang, tantanga, hambatan dan kekuatan yang tidak sama. Jadi, gurulah yang memahami situasi tersebut.

Sebagaimana yang banyak diketahui, bahwa belajar daring atau online atau juga dikenal dengan belajar di rumah dan pembelajaran jarak jauh seringkali mengalami kendala. Terutama bagi masyarakat yang berada di daerah pelosok yang belum optimal memeroleh akses internet. Bahkan, juga belum adanya fasilitas yang cukup memadai bagi sebagian siswa.

Beberapa siswa senang daring virtual, tetapi, belum tentu di daerah lain lebih banyak menyukai pembelajaran dengan tatap maya. Sehingga, guru perlu menyesuaikan dengan keadaan setempat.

Bagaimana dengan kegiatan literasi yang bisa dilaksanakan di kelas tatap muka?

Menurut pengalaman, kegiatan literasi dasar bisa diinkludkan dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh. Siswa diminta untuk rajin membaca dan menulis. Tentu saja menulis sesuai dengan pelajaran, atau menulis berdasarkan pengalaman. Iniah implementasi literasi digital siswa. Menarik sekali.

Ada pengalaman menarik, ketika siswa diminta untuk mengungkapkan perasaannya selama belajar daring. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan apa saja yang dirasakan selama belajar di rumah.

Sungguh di luar dugaan, bahwa siswa banyak menyampaikan curahan hatinya yang rindu. Rindu pada pembelajaran di sekolah. Di kelas nyata. Hingga kadang merasa bahwa seakan-akan waktu mereka bermain dan berinteraksi dengan temannya, terjeda begitu saja. Untuk inilah, maka sangat perlu guru terus menguatkan siswa. Ini pengalaman penulis, ketika meminta kerelaan siswa menulis surat untuk guru, menulis curhatan BDR.

Jika tidak keberatan dan ada waktu, sahabat pena semua dapat membacanya di kumpulan surat curhatan siswa masa pandemi.

Untuk informasi materi pembejaran lainnya, baca juga:

 Materi Tentang Otot Pada Manusia

 RPP Daring Matematika SD Kelas 5

Kiranya, hal ini bisa menjadi pemacu semangat guru untuk terus membersamai anak negeri menuju impian mereka. Terima kasih telah memberikan atensi untuk aleepnaku agar senantiasa berkarya dan berbagi. Semoga bermanfaat. Salam iterasi.

4 comments for " Karya Siswa Saat Belajar di Masa Pandemi (Literasi Digital)"

  1. Semoga pandemi ini segera berakhir.. memang sangat rindu canda tawa mereka di kelas..
    Salam sukses Pak..

    ReplyDelete

Tinggalkan komentar Sahabat sebagai saran dan masukan yang sangat berharga untuk tetap belajar dan berbagi. Terima kasih atas kunjungannya.