Peran Keluarga dalam Mencegah Bullying

 

Peran Keluarga dalam Mencegah Bullying

Indah Wulan Sari, S.Pd

 

sumber gambar: ms.pngtree.com

Bullying atau perundungan merupakan bentuk perilaku negatif yang dilakukan dengan sengaja dan secara terus menerus oleh seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan menyakiti. Perilaku agresif ini tidak hanya berupa kekerasan fisik seperti memukul, mencakar dan sebagainya yang melukai secara fisik dan verbal seperti mencemooh, menghina, mengolok-olok yang melukai hati dan perasaan, tetapi juga dapat berupa perilaku non verbal seperti mengucilkan, bermuka masam, mencibir. Bullying terjadi antara pihak yang memiliki kekuasaan atau kekuatan terhadap pihak yang lemah. Hal ini dapat diibaratkan seperti hukum rimba, dimana yang kuat yang berkuasa.

Padahal sebagaimana yang kita ketahui bullying memiliki dampak jangka panjang terhadap korban seperti trauma berkepanjangan, merusak kondisi fisik dan mental korban bully. Perbuatan bullying ini memiliki banyak dampak, dampak tersebut dapat dirasakan oleh korban, pelaku dan pada orang yang melihat kejadian bullying. Dampak untuk korban bullying sendiri dapat berupa depresi dari level ringan sampai level berat, trauma, menurunnya rasa percaya diri, menurunnya prestasi di sekolah, menurunnya tingkat kecerdasan (IQ) serta menurunya kemampuan analisis, pada tingkat yang lebih ekstrim adalah terjadinya bunuh diri atau kematian.

Dampak bagi pelaku bullying antara lain dapat menimbulkan sikap impulsif, percaya diri yang berlebihan, mengerasnya watak si pelaku bully, mudah marah, dan intoleran. Sedangkan bagi yang melihat kejadian pembullyian jika dibiarkan tanpa diberi tindakan, mereka akan menganggap bahwa bullying adalah hal yang wajar terjadi di sekitar mereka dan sah-sah saja dilakukan.

Akhir-akhir ini banyak informasi atau berita yang mewartakan kepada kita bagaimana bullying terjadi terutama di dunia pendidikan. Banyak kejadian bullying terjadi di lingkungan sekolah, yang notabene merupakan tempat orang-orang berilmu dan terpelajar berada.

Kenapa ini terjadi? Apakah sebab yang melatarbelakangi kejadian bullying marak terjadi di kalangan anak sekolah? Bagaimana solusinya?

 Banyak faktor yang dapat menjadikan seorang anak sebagai korban bahkan pelaku bullying. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya tindakan bullying adalah kurang atau minimnya pendidikan akhlak atau adab di lingkungan keluarga, terutama pendidikan dari orang tua. Orang tua memegang peranan penting dalam proses perkembangan anak. Setiap orang tua pasti tidak menginginkan anaknya menjadi korban dan pelaku bullying. Bullying yang dialami anak harus segera ditangani sebelum anak mengalami trauma psikologis yang dalam. Beberapa cara pencegahan bullying melalui peran orang tua dalam keluarga adalahː

1.      Tananamkan  nilai-nilai keagaman dengan baik dan benar sejak dini.

Penanaman nilai-nilai keagamaan ini bertujuan membentuk pribadi anak yang dapat mencintai, menyayangi dan menghargai terhadap sesama. Didiklah anak dengan penuh rasa  kasih sayang, karena lingkungan memiliki peran yang sangat besar terhadap pembentukan karakter anak. Ciptakanlah lingkungan penuh kasih sayang dalam mendidik anak, ajarkan dan biasakan anak berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik terhadap sesama anggota keluarga. Ajarkan adab atau etika kepada sesama seperti sikap peduli dan menghargai sesama. Beri teguran jika anak melakukan kesalahan sehingga anak tahu dan paham mana yang baik dan buruk agar kemudian hari tidak melakukan tindakan serupa.

2.      Bangun rasa percaya diri dan keberanian anak.

Rasa percaya diri (self confident) membuat anak menjadi tangguh, berani dan dapat menjadi pribadi yang tegas. Hal ini sangat berguna  jika anak harus menghadapi situasi dimana pembullyan terjadi. Anak dapat mengambil sikap terhadap apa yang dihadapinya, baik ketika dia menjadi korban maupun menjadi saksi dari tindakan bullying. Tanamkan pada diri anak untuk berani membela diri atau melakukan perlawanan jika mendapat kejadian atau perlakuan tidak menyenangkan.

3.      Kembangkan kemampuan bersosialisasi anak.

Manusia adalah makhluk sosial, sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam menjalani kehidupan. Hal ini menyebabkan pentingnya mengembangkan kemampuan bersosialisasi anak agar dalam kehidupan sosialnya anak dapat mengutarakan atau menyampaikan atau menceritakan berbagai perasaan dan pengalamannya sehingga ketika anak mendapat perlakuan yang menjurus kepada bullying anak dapat secara bebas menceritakan kepada orang tua, guru atau teman yang dipercaya. Tanamkan dan tumbuhkan rasa empati pada diri anak

4.      Dampingi anak ketika mendapat informasi baru.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat saat ini, tidak menutup kemungkinan anak menerima dan menyerap informasi dari berbagai media elektronik seperti dari TV, internet dan media lainnya. Banyak konten-konten yang tersedia dan dapat dilihat anak, yang menjurus kepada perilaku bullying. Pada saat inilah orang tua memiliki peran yang sangat penting yaitu melakukan pendampingan. Dampingi anak ketika melihat tayangan TV atau ketika anak berselancar di dunia maya, karena anak merupakan pembelajar ulung dari apa yang mereka lihat. Beri bimbingan dan pembelajaran dari apa yang mereka lihat dan dengar.

 

 

 

 

 

Profil Penulis

Indah Wulan Sari, lahir pada tanggal 20 Juli 1987 di Air Molek sebuah desa di kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Kesibukan sehari-hari ibu tiga anak ini, selain mengurus buah hatinya juga tercatat sebagai guru di SMA Negeri 1 Lirik yang mengampu mata pelajaran matematika. Indah begitu nama panggilannya, menamatkan pendidikan SD sampai SMAnya di Air Molek. Kemudian melanjutkan pendidikan Sarjana di Banten tepatnya di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengambil program studi pendidikan matematika dan lulus pada tahun 2010. Karirnya sebagai guru dimulai pada tahun 2010 hingga 2020 sebagai guru matematika di SMA Swasta Islam Darul Huda, Pesantren Darul Huda Lirik. Pada tahun 2021 hingga  sekarang terdata sebagai guru di SMA Negeri 1 Lirik.  Ia dapat dihubungi melalui e-mail sariindahwulan87@gmail.com dan dapat juga ditemukan di akun media sosial facebook Indah Wulan Sari. Motto hidupnya “Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu”.

Post a Comment for "Peran Keluarga dalam Mencegah Bullying"